Selasa, 25 September 2012
KONSEP BERUBAH
Konsep Berubah
KONSEP PERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN
KONSEP PERUBAHAN
Perubahan merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan
atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi yang bersifat dinamis,
artinya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Perubahan dapat
mencakup Keseimbangan Personal, sosial maupun organisasi untuk dapat menjadikan
perbaikan atau penyempurnaan serta dapat menerapkan ide atau konsep terbaru
dalam mencapai tujuan tertentu (Lascaster 1982).
DEFINISI PERUBAHAN
Berubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu
atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya ( Atkinson,1987). Berubah
merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau
instuisi ( Brooten, 1987 )
JENIS-JENIS PERUBAHAN
1. Perubahan bersifat
berkembang Sifat perubahan ini mengikuti dari proses perkembangan yang ada baik
pada individu, kelompok atau masyarakat secara umum. Proses perkembangan secara
ni dimulai dari keadaan atau yang paling dasar menuju keadaan yang optimal atau
matang, sebagaimana dalam perkembangan manusia sebagai mahluk individu yang
memiliki sifat fisik yang selalu berubah dalam tingkat pekembangannya.
2. Perubahan bersifat spontan Sifat perubahan ini terjadi
karena keadaan yang dapat memberikan respons tersendiri terhadap
kejadian-kejadian yang bersifat alamiah yang diluar kehendak manusia, yang
tidak dapat diramalkan atau diprediksi sehingga sulit untuk diatisipasi seperti
perubahan keadaan alam, tanah longsor, banjir dan
3.
lain-lain. Semuanya akan menimbulkan terjadi perubahan baik dalam diri, kelompo
atau masyarakat, bahkan pada sistem yang mengaturnya. . Perubahan bersifat
direncanakan Perubahan yag bersifat direncanakan ini dilakukan bagi individu,
kelompok “atau ” masyarakat yang ingin mengadakan perubahan kearah yang lebih
maju atau mencapai tingkat perembangan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya,
sebagaimana perkembangan profesi keperawatan tidak terlepas dari konsep berubah
yang dimiliki oleh para praktisi, akademis atau seseorang yang masih ingin
mengembangkan keperawatan, yang memiliki keyakinan dan teori perubahan yang
dimiliknya.
FAKTOR YANG MENDUKUNG PERUBAHAN
1.
Kebutuhan dasar manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang tersusun
berdasarkan hirarki kepentingan. Kebutuhan yang belum terpenuhiakan memotivasi
perilaku sebagaimana teori kebutuhan dari maslow (1945). Didalam keperawatan
kebutuhan ini bias dilihat darimana keperawatan dapat mempertahankan diri
sebagai profesi dalam upaya memenuhi keutuhan masyarakan akan pelayanan/ asuha
keperawatan yang professional.
2. Kebutuhan dasar interpersonal Masyarakat
memiliki tiga kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi sebagian besar
perilaku seseorang:
a)
kebutuhan untuk berkumpul bersama-sama.
b)
kebutuhan untuk mengendalikan / melakukan kontrol.
c)
kebutuhan untuk dikasihi, kedekatan dan perasaan emosional. Kebutuhan terebut
didalam keperawatan diartikan sebagai upaya keperawatan untuk ikut
berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan dan dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN
Menurut New dan Couillard(1981) faktor penghambat
(restraining force) Mengancam kepentingan peribadi Persepsi yang kurang tepat
Reaksi psikologis Tolleransi untuk berubah rendah.
TEORI PERUBAHAN
1. Teori kurt lewin Lewin mengungkapkan bahwa
perubahan dapat dibedakan menjadi 3 tahapan:
a) Pencairan (unfreezing) Motifasi yang kuat untuk beranjak
dari keadaan semula dan berubahnya keseimbangan yang ada. Merasa perlu untuk
berubah dan berupaya untuk berubah, menyiapkan diri dan siap untuk berubah dan
melakukan perubahan. Masalah biasanya muncul akibat adanya ketidakseimbangan
dalam sistem. Tugas perawat pada tahap ini adalah mengidentifikasi masalah dan
memilih jalan keluar yang terbaik.
b) Bergerak (moving)
Bergerak menuju keadaan yang baru atau tidak / tahap perkembangan baru, karena
memiliki cukup informasi, serta sikap dan kemampuan untuk berubah, memahami
masalah yang dipahami dan mengetahui langkah- langkah penyalasaian yang harus
dilakukan, melakukan langkah nyata untuk berubah dalam mencapai tingkat atau
tahap baru. Pada tahap ini perawat berusaha mengumpulkan informasi dan mencari
dukungan dari orang-orang yang dapat membantu memecahkan masalah.
c) Pembekuan (refresing) Telah mencapai tingkat atau tahap
baru, mencapai keseimbangan baru. Tingkat baru yang dicapai harus dijaga untuk
tidak mengalami kemunduran atau atau bergerak kembali pada tingkat atau tahap
perkembangan semula.
Oleh karena itu perlu selalu ada upaya untuk mendapatkan
umpan balik, kritik yang konstroktif dalam upaya pembinaan yang terus menerus
dan berkelanjutan. Setelah memiliki dukungan dan alternatif pemecahan masalah
perubahan diintegrasikan dan distabilkan sebagai bagian dari sistem nilai yang
dianut. Tugas perawat sebagai agen berubah berusaha mengatasi orang-orang yang
masih menghambat perubahan.
Teori Rogers
Teori Rogers tergantung pada lima faktor yaitu:Ø
Perubahan harus mempunyai keuntungan yang berhubungan: Menjadi lebih baik dari
metode yang sudah ada Perubahan harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada: Tidak
bertentangan Kompleksitas: Ide-ide yang lebih komplek bisa saja lebih baik dari
ide yang sederhana asalkan lebih mudah untuk dilaksanakan. Dapat dibagi:
Perubahan dapat dilaksanakan dalam skala yang kecil. Dapat dikomunikasikan:
Semakin mudah perubahan digunakan maka semakin mudah perubahan disebarkan. Roger menjelaskan 5 tahap dalam perubahanØ
yaitu: Kesadaran, Keinginan, Evaluasi, Mencoba, Penerimaan. Roger percaya
proses penerimaan terhadap perubahan lebih komplek dari pada 3 tahap yang
dijabarkan lewin. Terutana dalam setiap individu yang terlibat dalam proses
perubahan dapat menerima atau menolaknya. Meskipun perubahan dapat diterima,
mungkin saja suatu saat akan ditolak setelah perubahan tersebut dirasakan
sebagai hal yang menghambat keberadaanya. Roger mengatakan bahwa berubah yang
efektif tergantung dari individu yang terlibat tertarik dan berupaya untuk
sellalu berkembang / maju serta mempunyai suatu komitmen untuk bekerja dan
melaksanakannya.
Teori Lippitt
Teori ini merupakan pengembangan dari teori Lewin. Lippitt
mengungkapkan tujuh hal yang harus diperhatikan seorang manajer dalam sebuah
perubahan yaitu : Mendiagnosis masalah: Mengidentifikasi semua faktor yang
mungkin mendukung atau menghambat perubahan. Mengkaji motivasi dan kemampuan
untuk berubah: Mencoba mencari pemecahan masalah. Mengkaji motivasi dan
sumber-sumber agen: Mencari dukungan baik internal maupun eksternal atau secara
interpersonal, organisasional maupun berdasarkan pengalaman. Menyeleksi
objektif akhir perubahan: Menyusun semua hasil yang di dapat untuk membuat
perencanaan. Memilih peran yang sesuai untuk agen berubah: Pada tahap ini
sering terjadi konflik teruatama yang berhubungan dengan masalah personal.
Mempertahankan perubahan: Perubahan diperluas, mungkin membutuhkan struktur
kekuatan untuk mempertahankannya. Mengakhiri hubungan saling membantu: Perawat
sebagai agen berubah, mulai mengundurkan diri dengan harapan orang-orang atau
situasi yang diubah sudah dapat mandiri.
Teori Redin
Menurut Redin sedikitnya ada empat hal yang harus di lakukanØ
seorang manajer sebelum melakukan perubahan, yaitu: Ada perubahan yang akan
dilakukan Apa keputusan yang dibuat dan mengapa keputusan itu dibuat Bagaimana
keputusan itu akan dilaksanakan Bagaimana kelanjutan pelaksanaannya
Redin juga
mengusulkan tujuh teknik untuk mencapai perubahan: Diagnosis Penetapan objektif
bersama Penekanan kelompok Informasi maksimal Diskusi tentang pelaksanaan
Penggunaan upacara ritual Intervensi penolakan tiga teknik pertama dirancang
bagi orang-orang yang akan terlibat atau terpengaruh dengan perubahan. Sehingga
diharapkan mereka mampu mengontrol perubahan tersebut.
Teori Havelock
Teori ini merupakan modifikasi dari teori Lewin dengan
menekankan perencanaan yang akan mempengaruhi perubahan. Enam tahap sebagai
perubahan menurut Havelock. Membangun suatu hubungan Mendiagnosis masalah
Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan Memilih jalan keluar Meningkatkan
penerimaan Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri.6. Teori Spradley Spradley
menegaskan bahwa perubahan terencana harus secara konstan dipantau untuk
mengembangkan hubungan yang bermanfaat antara agen berubah dan sistem berubah.
Berikut adalah langkah dasar dari model Spradley: Mengenali gejala Mendiagnosis
masalah Menganalisa jalan keluar
Memilih perubahan Merencanakan perubahan Melaksanakan
perubahan Mengevaluasi perubahan Menstabilkan perubahan.
TIPE BERUBAH YANG TERDAPAT PADA PROSES
ADAPTASI
Perubahan
Pengertian :
1.
Indoktrinasi Suatu perubahan yang dilakukan oleh sekelompok yang menginginkan
tujuan yang diharapkan dengan cara menggunakan kekuatan sepihak untuk dapat
berubah
2.
Paksaan atau Kekerasan Tipe perubahan dengan melakukan pemaksaan atau kekerasan
pada seseorang dengan harapan tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksana
3.
Teknokratik Perubahan dengan melibatkan kekuatan lain dalam mencapai tujuan
yang diharapkan terdapat satu pihak merumuskan tujuan dan pihak lain untuk
membantu mencapai tujuannya
4.
Interaksional Perubahan dengan menggunakan kekuatan kelompok yang saling
berinteraksi satu dengan yang lain dalam mencapai tujuan yang diharapkan
5.
Sosialisasi Suatu perubahan dalam mencapai tujuan dengan menggunakan kerjasama
kelompok lain tetapi masih menggunakan kekuatan
untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai
6.
Emultif Suatu perubahan dengan menggunakan kekuatan unilateral, dengan tidak
merumuskan tujuan terlebih dahulu secara sungguh-sungguh, perubahan ini dapat
dilakukan pada sistem di organisasi yang bawahannya berusaha menyamai pimpinan
atau atasannya
7.
Alamiah Perubahan yang terjadi akibat sesuatu yang tidak disengaja tetapi dalam
merumuskan dilakukan secara tidak sungguh-sungguh, seperti kecelakaan, maka
seseorang ingin mengadakan perubahan untuk lebih berhati- hati dalam berkendara
SEJARAH KEPERAWATAN
SEJARAH
KEPERAWATAN DIDUNIA
A.
Sejarah
Perkembangan Keperawatan di Dunia
Diawali dengan sejak manusia itu di
ciptakan dimana pada dasarnya manusia diciptakan telah memiliki naluri untuk
merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada seorang ibu. Seorang perawat
harus memiliki naluri ke ibuan ( mother instinct ) . Kemudian bergeser ke zaman
purba dimana pada zaman ini orang masih percaya pada sesuatu tentang adanya
kekuatan mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia , kepercayaan ini di
kenal dengan nama animisme , dimana seseorang yang sakit dapat di sebabkan
karena kekuatan alam atau pengaruh kekuatan gaib , sehingga timbul keyakinan
bahwa jiwa yang jahat akan dapat menimbulkan kesakitan , sedangkan jiwa yang
sehat dapat menimbulkan kesehatan atau kesejahteraan . Pada saat itu peran
peran perawat sebagai ibu yang merawat keluarganya yang sakit dengan perawatan
fisik serta mengobati penyakit dengan menghilangkan pengaruh jahat .
Kemudian dilanjutkan
dengan kepercayaan pada dewa-dewa dimana pada masa itu penyakit dianggap
disebabkan karena kemarahan dewa-dewa , sehingga kuil-kuil didirikan sebagai
tempat pemujaan dan orang meminta kesembuhan dikuil tersebut dengan bantuan priest physican.
Setelah itu perkembangan
keperawatan terus berubah dengan adanya diakones
dan philantrop yang merupakan suatu
kelompok wanita tua dan janda dan wanita tua yang membantu pendeta dalam
merawat orang sakit serta kelompok kasih sayang yang anggotanya menjauhkan diri
dari keramaian dunia dan hidupnya ditunjukan pada perawatan dah akhirnya
mulailah awal perkembangan ilmu keperawatan .
Zaman Keagamaan
Perkembangan
inni mulai bergeser kearah spiritual dimana seorang yang sakit dapat disebabkan
karena adanya dosa atau kutukan Tuhan. Dan pada masa ini pusat perawatan
adalah tempat-tempat ibadah dan sehingga
pada saat itu pemimpin agama disebut tabib.
Zaman Masehi
Keperawatan dimulai pada saat
perkembangan agama Nasrani dimana pada saat itu banyak membentuk diakones ( deaconesses ) , sustu
orgsnisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungi orang sakit sedangkan
laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatan untuk mengubur bagi yang
meninggal.
Zaman Permulaan Abad 21
Pada
abad ini perkembangan keperawatan berubah , tidak dikaitkan dengan factor
dengan faktor agama akan tetapi berubah kepada faktor kekuasaan , mengingat
pada masa itu adalah masa perang dan terjadi eksplorasi alam sehingga pesatlah
perkembangan pengetahuan.
Zaman Sebelum Perang Dunia ke
II
Tumbuh
rasa cinta sesama manusia , saling membantu sesama yang membutuhkan . Pada masa
ini tokoh keperawatan Florence Nightingale ( 1820-1910 )
menyadari pentingnya suatu sekolah untuk mendidik para perawat. Florence punya pandangan bahwa dalam mengembangkan
keperawatan perlu disiapkan pendidikan bagi perawat, ketentuan jam kerja
perawat dan mempertimbangkan pendapat perawat. Usaha Florence menetapkan struktur dasar di pendidikan perawat. Florence dalam merintis profesi
keperawatan diawali dengan mendirikan sebuah rumah sakit dengan nama rumah
sakit Thomas di London dan juga mendirikan sekolah keperawatan dengan nama Nightingale Nursing School.
Masa Selama Perang Dunia Ke II
Selama perang ini , timbul tekanan
bagi dunia pengetahuan dalam penerapan teknologi akibat penderitaan yang
panjang.
Masa Pasca Perang Perang Dunia ke
II
Diawali adanya kesadaran masyarakat
akan pentingnya kesehatan. Pertambahan penduduk yang relatif tinggi sehingga
menimbulkan masalah baru. Perkembangan perawat dimulai adanya sifat
pekerjaan yang semula bersifat individu
mulai bergeser ke tim.
Periode Tahun 1950
Pada tahun itu keperawatan sudah menunjukan
perkembangan khususnya.
B. Sejarah Keperawatan di Indonesia
Perkembangan keperawatan
di Indonesia banyak di pengaruhi oleh kolonial penjajah diantararanya Belanda ,
Jepang dan Inggris. Di Indonesia perkembangan keperawatan di bagi menjadi dua
yaitu :
1. Masa sebelum Kemerdekaan ( masih
dijajah Belanda )
Perawat berasal dari Indonesia disebut Veplege , dengan dibantu Zieken Appaser sebagai penjaga orang
sakit . perawat tersebut pertama kali kerja di rumah sakit Binnen Hospital di Jakarta
Pada tahun 1799 . Kemudian pada masa penjajahan Inggris yaitu Rafless ,
mereka memperhatikan kesehatan rakyaut dengan moto Kesehatan adalah milik manusia . Beberapa rumah sakit di bangun di
Jakarta ( 1819 ) . Didirika rumah sakit Stadverband
, dan pada tahun 1919 rumah sakit tersbut pindah ke Salemba dan sekarang
dikenal dengan nama RSCM. Pada tahun
1942-1945 terjadi kekalahan sekutu dan kedatangan tentara jepang. Perkembangan keperawatan
mengalami kemunduran.
2. Masa setelah kemerdekaan
Pada tahun 1949 banyak didirikan serta balai pengobatan dan dalam rangka
memenuhi tenaga kesehatan , tahun 1952 sekolah perawat . Dan pada tahun 1962
dibuka pendidikan keperawatan setara dengan diploma. Pada tahun 1962 untuk
pertama kalinya dibuka pendidikan keperawatan setara dengan Sarjana yang
dilaksanakan di UI ( Universitas Indonesia ).
Langganan:
Komentar (Atom)
